Cara membuat gula merah melalui penyadapan Nira Sawit

Aug 15,2018
Selain buahnya sebagai sasaran utama dalam budidaya kelapa sawit, ternyata seperti tanaman golongan palma yang lain, dari tanaman kelapa sawit dapat dihasilkan nir sebagai produk antaranya. Upaya ini cukup menunjang dalam rangka penganekaragaman produk tanaman ini. sebenarnya, usaha penyadapan nira sawit mulai dikenal di negara Ghana pada tahun 1958. Akhirnya sampai saat ini penyadapan nira sawit berkembang dan banyak dilakukan, terutama di negara negara penghasil kelapa sawit, termasuk indonesia.

Di dalam nira terkandung beberapa senyawa, diantaranya adalah karbohidrat sebagai unsur terbesar, dan unsur unsur lainya adalah air, abu, lemak, protein, dan bahan bahan yang tidak larut dalam air. Dengan adanya karbohidrat didalamnya, maka nira ini dapat dijadikan berbagai produk, antara lain gula merah, minuman anggur, dan cuka makanan. Selain unsur unsur di atas, dari hasil sawil penelitian menunjukkan bahwa di dalam nira sawit terkandung vitamin B kompleks.

Pada dasarnya ada dua cara penyadapan nira sawit yang dapat dilakukan. Pertama dengan mengiris tangkai bunga yag seludangnya belum terbuka, dan cara kedua adalah dengan menyadap dari batang kelapa sawit yang tumbang.

Nira sawit dari tangkai bunga (baik jantan maupun betina) diperoleh dengan cara mengiris dan melubangi tangkai bunga tersebut sedalam kurang lebih satu unci, demikian juga ukuran lebarnya. Keesokan harinya, lubang tersebut disayat tipis kearah pangkal, dan nira yang mengalir ditampung dalam tempat yang bersih, misalnya kantong plastik. Jika nira yang keluar tinggal sedikit, maka dapat dilakukan pengirisan lagi, sampai nira habis. Ada beberapa kendala yang harus dihadapi pada proses penyadapan nira dari tangkai bunganya. Di antaranya, produksi nira dinilai rendah , mudah mengalami permentasi (sehingga harus cepat diolah), dan pada pelakasanaannya untuk mempermudah penyadapan perlu dilakukan pemangkasan beberapa pelepah daun disekitar tangkai bunga yang di sadap. Akan tetapi nira yang disadap dari tangkai bunga ini mempunyai kelebihan dari segi aromanya yang khas sehingga lebih baik diolah menjadi anggur sawit.
Lihat juga: jenis dan dosis pemupukan kelapa sawit

Menurut Subroto dkk (1991) dari hasil pengamatan di Aek Pancur menunjukkan bahwwa rata rata nira yang dihasilkan adalah 46 ml/tangkai/hari selama 32,5 hari. Dapat juga digunakan sebagai catatan bahwa rata rat panjang tangkai bunga 15,1 cm, diameter tangkai 6,0 cm dan jumlah pelepah 47,8 buah/pohon. Dibandingkan dengan di Negeria yang mengahsilkan rata rata2.147 l/ha/tahun (dari 155 pohon), hasil tersebut memang masih jauh lebih sedikit. Namun hasil itu mungkin juga erat kaitannya dengan umur pohon kelapa sawit yang disadapPada pelaksanaanya peremajaan, pohon pohon yang sengaja ditebang biasanya dibiarkan terbuang percuma. Akan tetapi, dari hasil penelitian pendahuluan ternyata batang yang tumbang itu dapat dimanfaatkan, bahkan mendatangkan nilai tambah.

Penyadapan nira pada batang kelapa sawit yang tumbang dapat dilakukan setelah 3-7 hari kemudian. Sebagian pelepah dipangkas habis sampai di titik tumbuh batang. Untuk menghilangkan spora jamur yang memercepat proses pengasaman, sebelum dilakukan penyadapa titik tumbuh dikikis dan dibakar, lalu dibuat lubang empat persegi panjang dengan kedalaman 7,5 -10 cm. Dengan dodos, lubang dipotong tipis ke arah pangkal batang. Nira yang terkumpul dalam lubang tersebut kemudian dialirkan melalui selang kecil atau saluran dari bambu ke dalam wadah yang bersih.

Penyadapan nira denga cara ini bisa berlangsung selama satu bulanHasil penelitian Subroto (1991) dr balai Penelitian Perkembungan Medan menunjukkan bahwa dari setiap satu batang yang tumbang bisa menghasilkan 3,4 l - 146,7 l dengan kadar gula antara 8 -19,1% atau rata rata 11 %. Banyak nira yang dihasilkan tergantung dari besar batang dan kesehatan tanamanPaling lama empat jam setelah penyadapan, nira yang tertampung dalam wadah harus segera dipanaskan agar tidak terjadi pengasaman. Proses pengolahannya tidak jauh berbeda dengan pembuatan gula kelapa. Nira dipnaskan, diaduk, kotoran yang mengambang dibuang, dibiarkan mengental, lalu dicetak sehingga menjadi gulaDari proses tersebut, ternyata cukup mendatangkan untung. Misalnya, dalam satu hektar ada 100 pohon yang diremajakan, jika dari satu pohon menghasilkan 11 kg gula, maka dari 100 pohon menghasilkan 1100 kg dengan harga 1000,00 kg, maka akan diperoleh tambahan pendapatan sebesar 1.100.000/ha. Dengan uang sejumlah itum biaya untuk peremajaan dapat ditutup. Artikel ini merupakan kiriman dari buah pikiran